Home Blog Series B B06
Series B: System Design for Indonesian Developers · B06 Indonesia Tech 6 Oktober 2025 8 min read

Cloud Cost di Indonesia: AWS vs GCP vs On-Premise

Tagihan naik 5x bukan karena traffic naik — karena egress fee. Breakdown biaya nyata untuk 10k–100k MAU dan 5 langkah FinOps yang langsung berdampak.

RM
Ryan Muliadi
Digital Systems Architect · Ryzen Digital Systems

Tagihan AWS klien saya naik dari $800 ke $4.200 dalam satu bulan — bukan karena traffic naik, tapi karena tidak ada yang memperhatikan egress fee ke S3.

Cloud cost adalah salah satu hal yang paling mudah diabaikan saat development tapi paling menyakitkan saat production. Artikel ini adalah breakdown biaya nyata untuk aplikasi skala Indonesia.

Benchmark Biaya — 10k MAU vs 100k MAU

Asumsi Benchmark
SaaS B2B: backend API (Node.js), PostgreSQL, Redis cache, S3-compatible storage, 50% traffic dari mobile. 10k MAU = ~50 req/menit peak. 100k MAU = ~500 req/menit peak.
KomponenAWS (ap-southeast-1)GCP (asia-southeast2)Railway + Neon
Compute (2 vCPU, 4GB RAM)t3.medium: ~$35/blne2-medium: ~$33/bln$20/bln (hobby)
PostgreSQL managedRDS db.t3.micro: ~$15/blnCloud SQL: ~$18/blnNeon free → $19/bln
Object Storage (100GB)S3: ~$2.3/blnGCS: ~$2/blnR2: $0 (gratis!)
Egress (100GB outbound)~$9/bln~$12/blnR2: $0 gratis
Redis cache (1GB)ElastiCache: ~$13/blnMemorystore: ~$16/blnUpstash: $0–10/bln
Total 10k MAU est.~$74/bln~$81/bln~$39–49/bln
⚠️ Egress Fee adalah Jebakan Terbesar

AWS dan GCP mencharge untuk data yang keluar dari cloud mereka (egress). S3 ke internet: $0.09/GB. Untuk aplikasi dengan banyak file download (dokumen, gambar), ini bisa 2–3x lebih besar dari biaya storage. Cloudflare R2 tidak punya egress fee — ini kenapa saya sering recommend R2 untuk storage di Indonesia.

Cloudflare R2 — Storage Tanpa Egress Fee

R2 adalah S3-compatible object storage dari Cloudflare. API-nya identik dengan S3 — tinggal ganti endpoint dan credentials, tidak perlu ubah kode:

TypeScript · R2 via S3-compatible SDK
import { S3Client, PutObjectCommand } from '@aws-sdk/client-s3'

// Ganti hanya endpoint dan credentials — kode upload sama persis
const r2 = new S3Client({
  region: 'auto',
  endpoint: `https://${process.env.CF_ACCOUNT_ID}.r2.cloudflarestorage.com`,
  credentials: {
    accessKeyId: process.env.R2_ACCESS_KEY_ID!,
    secretAccessKey: process.env.R2_SECRET_ACCESS_KEY!,
  },
})

await r2.send(new PutObjectCommand({
  Bucket: 'my-bucket',
  Key: `uploads/${filename}`,
  Body: fileBuffer,
  ContentType: mimeType,
}))

// Serve via Cloudflare CDN — edge di Jakarta, zero egress fee
// https://pub-xxx.r2.dev/uploads/filename.pdf

Kapan Hybrid atau On-Premise

01
Data Sovereignty — Wajib Data di Indonesia
Sektor tertentu (perbankan, pemerintahan, kesehatan) diatur OJK/BI untuk menyimpan data di server Indonesia. AWS ap-southeast-3 (Jakarta) dan GCP asia-southeast2 (Jakarta) sudah compliant — tapi on-premise atau colo di DC Indonesia adalah opsi termudah untuk audit compliance.
02
Volume Data Besar — On-Premise Lebih Murah
Di atas ~50TB storage atau workload compute yang sangat intensif, on-premise bisa 3–5x lebih murah dari cloud dalam 3 tahun. Cloud economics menguntungkan untuk elastisitas, bukan untuk workload yang konsisten dan predictable.
03
Hybrid: Database On-Premise, Compute di Cloud
Pattern yang sering saya rekomendasikan untuk enterprise Indonesia: database utama di server on-premise (atau colo) untuk compliance dan cost, compute layer di cloud untuk elastisitas. VPN site-to-site untuk koneksi antar keduanya.

FinOps Basics — 5 Langkah Pertama

LangkahActionPotential Saving
1. Tag semua resourceTag per environment (prod/staging/dev) dan per featureVisibility — tahu siapa "memakan" biaya
2. Matikan dev environment malamAuto-stop EC2/GCE instance jam 20:00, start jam 08:0030–50% biaya compute dev
3. Audit storage lifecycleMove object >90 hari ke cold storage (Glacier/Nearline)40–70% biaya storage
4. Reserved instances untuk prodCommit 1 tahun untuk instance produksi yang stabil30–40% vs on-demand
5. Pindah storage ke R2Migrate S3/GCS ke Cloudflare R2Eliminasi egress fee
💡 AWS vs GCP untuk Startup Indonesia

AWS: ekosistem lebih besar, lebih banyak managed services, komunitas Indonesia lebih besar → lebih mudah hire. GCP: harga compute sedikit lebih murah, BigQuery untuk analytics sangat powerful, Vertex AI lebih terintegrasi. Untuk greenfield, saya sering rekomendasikan Railway + Cloudflare untuk MVP, baru migrate ke AWS/GCP saat butuh compliance atau managed services spesifik.

Kesimpulan

Cloud cost bukan tentang memilih provider terbaik — tapi tentang memilih tool yang tepat per komponen. Compute di Railway untuk MVP, R2 untuk storage (zero egress), Upstash untuk Redis, Neon untuk PostgreSQL. Baru migrate ke AWS/GCP saat ada kebutuhan spesifik yang tidak bisa dipenuhi solusi yang lebih simpel.

Optimasi cloud cost paling efektif bukan di pilihan instance type — tapi di eliminasi egress fee dan mematikan resource yang tidak dipakai.